Beragam kompetisi digelar, mulai dari Pemilihan Da’i Cilik (Pildacil) yang menjadi wadah pembinaan dai muda, lomba hafalan surah pendek untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, hingga Lomba Barzanji dan Marhaban yang diikuti antusias masyarakat Medan dan Deli Serdang.
Tak ketinggalan, lomba mewarnai logo KOMDAM yang menampilkan simbol Tanjak dan Istana Maimun menjadi sarana edukasi visual bagi anak-anak tentang identitas budaya Melayu.
“Melalui lomba mewarnai ini, kita ingin anak-anak menyadari bahwa keberadaan Melayu telah mengakar di Nusantara, dengan bukti sejarah nyata seperti Istana Kerajaan Deli,” ujar panitia.
Puncak acara pada malam kedua dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Sultan Deli XIV, Staf Ahli Wali Kota Medan, Kepala Dinas UMKM, Kabupaten Batu Bara, serta jajaran aparatur pemerintah setempat.
